Mungkin keceriaan
masa kecil yang saya lewatkan adalah bermain air dan berenang di sungai!
Serius... Saya selalu iri ketika melihat anak-anak kecil dengan hebohnya main
di bantaran sungai, melompat dari jembatan, renang memakai ban dalam bekas dan
sebagainya. Semua itu tidak terlepas dari lokasi rumah saya. Ya, rumah yang
saya tinggali sejak kecil sampai sekarang tidak memungkinkan untuk melakukan
semua itu. Bisa dibilang rumah orang tua saya ini terletak di kawasan kota dan
kalaupun ada sungai dekat rumah, pasti berwarna keruh dan banyak sampah yang
ikut mengalir. Suwer, kamu gak bakal tega membiarkan badanmu bersentuhan dengan
air sekeruh itu, hahaha...
Setelah berumur
20-an something seperti sekarang,
saya baru menyadari betapa benar-benar serunya bermain di sungai, hahaha...
Telat yak?! Memang, tapi daripada tidak pernah merasakan sensasinya sama
sekali, hehehe... Saya berani nyebur juga setelah ngiler melihat air yang
mengalir dan suasana sekitar yang mendukung, seperti bantaran sungai yang hijau
tertutup rimbunnya berbagai pohon dan tanaman perdu lainnya. Yah, walaupun gak
jernih-jernih banget layaknya air sungai di kalender-kalender, at least saya tidak melihat adanya
sampah yang hanyut, kebo yang sedang dimandikan atau orang yang sedang asyik
menikmati waktunya dengan berjongkok menguras isi perut.
You know what?! Ternyata bukan hanya saya
saja, beberapa teman yang seumuran, bahkan ada yang jauh lebih tua di atas saya
juga tampak menikmati serunya berenang di sungai. Kita seolah-olah kembali ke
usia SD, dimana setiap hari yang ada hanyalah canda dan tawa, tanpa memikul
beban apapun, hehehe... Ngobrol, bercanda, tertawa lepas serta menikmati
hijaunya pemandangan sekitar membuat kita melupakan beban pikiran sejenak.
Berada di alam
pedesaan, tidak melihat rumah penduduk di sekitar sungai, bermain air,
menghanyutkan diri di aliran sungai yang deras, berjemur di atas batu dan
tertawa bersama sahabat merupakan kegiatan yang mengasyikkan untuk melepas
kepenatan setelah seminggu berjibaku melawan segala rutinitas. Apalagi jika
ditambah dengan membawa bekal nasi ndeso,
seperti nasi jagung, lalapan sambel atau lainnya mungkin semakin menambah
keseruan wisata gratis ini.
Cobalah mencari
sungai yang bersih dan berenang di dalamnya, bener-bener bikin ketagihan coy!
Saya jamin, kamu bakal bertingkah seperti anak kecil lagi, lupa umur dan bahkan
lupa kalau keesokan hari harus berhadapan dengan tugas atau pekerjaan yang
menumpuk... Lain kali, saya pasti melakukan hal ini lagi, yah, itung-itung
wisata yang menyenangkan di saat kantong bener-bener tipis, hahaha...
Aioooooooo kesono lagi...!! bawa go jagung, pudding, es buah, lalapan, agagag.. Jok lali Ban irenge :P
BalasHapusayyyoooo...!!! Sip wes, nasi jagung, iwak asin, urap-urap...! Boh, nek kintir sampe jembatan jompo pas yaopo?! -__-a
Hapus