Minggu, 26 Februari 2012

MERASAKAN KECERIAAN ANAK KECIL


Mungkin keceriaan masa kecil yang saya lewatkan adalah bermain air dan berenang di sungai! Serius... Saya selalu iri ketika melihat anak-anak kecil dengan hebohnya main di bantaran sungai, melompat dari jembatan, renang memakai ban dalam bekas dan sebagainya. Semua itu tidak terlepas dari lokasi rumah saya. Ya, rumah yang saya tinggali sejak kecil sampai sekarang tidak memungkinkan untuk melakukan semua itu. Bisa dibilang rumah orang tua saya ini terletak di kawasan kota dan kalaupun ada sungai dekat rumah, pasti berwarna keruh dan banyak sampah yang ikut mengalir. Suwer, kamu gak bakal tega membiarkan badanmu bersentuhan dengan air sekeruh itu, hahaha...


Setelah berumur 20-an something seperti sekarang, saya baru menyadari betapa benar-benar serunya bermain di sungai, hahaha... Telat yak?! Memang, tapi daripada tidak pernah merasakan sensasinya sama sekali, hehehe... Saya berani nyebur juga setelah ngiler melihat air yang mengalir dan suasana sekitar yang mendukung, seperti bantaran sungai yang hijau tertutup rimbunnya berbagai pohon dan tanaman perdu lainnya. Yah, walaupun gak jernih-jernih banget layaknya air sungai di kalender-kalender, at least saya tidak melihat adanya sampah yang hanyut, kebo yang sedang dimandikan atau orang yang sedang asyik menikmati waktunya dengan berjongkok menguras isi perut. 


You know what?! Ternyata bukan hanya saya saja, beberapa teman yang seumuran, bahkan ada yang jauh lebih tua di atas saya juga tampak menikmati serunya berenang di sungai. Kita seolah-olah kembali ke usia SD, dimana setiap hari yang ada hanyalah canda dan tawa, tanpa memikul beban apapun, hehehe... Ngobrol, bercanda, tertawa lepas serta menikmati hijaunya pemandangan sekitar membuat kita melupakan beban pikiran sejenak.

Berada di alam pedesaan, tidak melihat rumah penduduk di sekitar sungai, bermain air, menghanyutkan diri di aliran sungai yang deras, berjemur di atas batu dan tertawa bersama sahabat merupakan kegiatan yang mengasyikkan untuk melepas kepenatan setelah seminggu berjibaku melawan segala rutinitas. Apalagi jika ditambah dengan membawa bekal nasi ndeso, seperti nasi jagung, lalapan sambel atau lainnya mungkin semakin menambah keseruan wisata gratis ini.


Cobalah mencari sungai yang bersih dan berenang di dalamnya, bener-bener bikin ketagihan coy! Saya jamin, kamu bakal bertingkah seperti anak kecil lagi, lupa umur dan bahkan lupa kalau keesokan hari harus berhadapan dengan tugas atau pekerjaan yang menumpuk... Lain kali, saya pasti melakukan hal ini lagi, yah, itung-itung wisata yang menyenangkan di saat kantong bener-bener tipis, hahaha...

2 komentar:

  1. Aioooooooo kesono lagi...!! bawa go jagung, pudding, es buah, lalapan, agagag.. Jok lali Ban irenge :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayyyoooo...!!! Sip wes, nasi jagung, iwak asin, urap-urap...! Boh, nek kintir sampe jembatan jompo pas yaopo?! -__-a

      Hapus